Lokasi: Beranda · Pendidikan · Jangan Anggap Sepele Gigi Susu Berlubang, Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Susu Berlubang, Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Waktu: 2026-07-29 15:40:34 · Sumber: River Letter

Gigi berlubang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak

Alana menjelaskan, karies yang tidak diobati bukan hanya menyebabkan sakit gigi, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

"Tanpa penanganan yang tepat, gigi anak rentan mengalami karies gigi," ujarnya.

Ia menerangkan, rasa sakit akibat gigi berlubang dapat berlangsung dalam waktu lama sehingga membuat anak kehilangan nafsu makan.

Akibatnya, asupan nutrisi anak dapat berkurang dan berisiko mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Selain itu, sakit gigi juga bisa membuat anak menjadi lebih rewel, sulit berkonsentrasi saat belajar, tidak bersemangat bermain, hingga mengalami gangguan tidur.

Jika kerusakan gigi semakin parah dan menyebabkan gigi tanggal sebelum waktunya, anak juga bisa mengalami kesulitan mengunyah makanan.

Tidak hanya sakit gigi, infeksi juga bisa menyebar

drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Gigi susu yang berlubang bukan sekadar menyebabkan sakit gigi, tetapi juga bisa memengaruhi nafsu makan, aktivitas, hingga tumbuh kembang anak jika tidak segera ditangani.Dok. RSPI drg. Alana Aluditasari, Sp. K.G.A. Gigi susu yang berlubang bukan sekadar menyebabkan sakit gigi, tetapi juga bisa memengaruhi nafsu makan, aktivitas, hingga tumbuh kembang anak jika tidak segera ditangani.

Menurut Alana, karies yang dibiarkan terus berkembang dapat merusak lapisan gigi yang lebih dalam hingga mencapai dentin dan pulpa.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

"Jika tidak ditangani dengan tepat, gigi berlubang akibat karies dapat menjadi jalan masuknya bakteri dan menimbulkan infeksi," jelasnya.

Ia menambahkan, infeksi tersebut bahkan dapat menyebar hingga ke gusi, tulang rahang, maupun organ tubuh lain apabila tidak segera diobati.

Tak hanya itu, gigi susu yang tanggal terlalu cepat akibat karies juga dapat mengganggu pertumbuhan gigi permanen.

Sebab, gigi susu berperan sebagai penuntun tumbuhnya gigi permanen. Jika tanggal sebelum waktunya, gigi permanen berisiko tumbuh tidak beraturan atau bahkan terjebak di dalam gusi.

Kapan anak perlu dibawa ke dokter gigi?

Alana menyarankan orangtua segera membawa anak ke dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak apabila mulai muncul tanda-tanda karies.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain munculnya bercak putih yang kemudian berubah menjadi cokelat atau kehitaman, gigi terasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin, adanya lubang pada gigi, bau mulut, hingga nyeri saat menggigit makanan.

Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan kondisi rongga mulut, menilai tingkat keparahan karies, serta bila diperlukan melakukan rontgen gigi.

Penanganan akan disesuaikan dengan usia anak, kondisi kesehatan, dan tingkat kerusakan gigi.

Beberapa pilihan terapi meliputi fluoride treatment untuk memperkuat enamel gigi, tambal gigi bila sudah terbentuk lubang, pemasangan mahkota gigi (crown) pada kerusakan berat, hingga pencabutan gigi apabila kondisinya sudah tidak dapat dipertahankan.

Penting menjaga kesehatan gigi sejak dini

Untuk mencegah karies, Alana mengingatkan pentingnya membiasakan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Selain itu, orangtua juga dianjurkan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, membiasakan anak minum air putih setelah makan, serta tidak membiarkan anak tidur sambil minum susu menggunakan botol dot.

Meski tidak ada keluhan, pemeriksaan gigi secara rutin tetap perlu dilakukan setiap enam bulan sekali.

"Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertamanya atau ketika usianya menginjak satu tahun. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi, mencegah kerusakan, dan memastikan pertumbuhan gigi sesuai dengan usianya," ujar dr. Alana.

Sebelumnya: Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan SenyapSelanjutnya: Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros